I Will Remember My Summer Love

28 Jun

donghaesso
Tittle : I Will Remember  My Summer Love
Author : djkyueun
Genre : Romance/Hurst/Fantasy (?)

Main Cast
Lee Donghae | Kim So Eun

Type : oneshot

Warning : cerita ini terinspirasi dari movie anime jepang yang judul indonesianya, Menuju Lembah Kunang-kunang. Tapi banyak perubahan dari cerita awal.
–Semoga kalian suka dengan fanfic yang saya buat ini dan selamat membaca!

****

              Gadis tujuh belas tahun itu terlihat murung dan sesekali menggerutu karena melihat keadaan tempat tinggal barunya. Dia ingin sekali berteriak dan menyalahkan ibunya karena harus pindah ketempat yang menurutnya kumuh itu. sedangkan ibu yang ingin dia salahkan sekarang malah mengabaikannya dan bersenda gurau dengan tetangga baru mereka. Sebenarnya tempaat itu tidaklah begitu buruk, desa terpencil yang ada di daerah Busan. Tempatnya terlihat begitu asri dengan banyaknya pohon sakura disekitar pinggir jalan dengan gunung yang terlihat tinggi menjulang. Sungguh tempat yang indah.

Namun bagi gadis itu semua itu tidak bisa membuatnya bersyukur karena berada disana, karena menurutnya kehidupan dikota Seoul lebih menyenangkan daripada berada didesa yang terlihat ketinggalan zaman. Seharusnya dia diam saja di Seoul -tinggal dengan Ayahnya. Tapi gadis itu harus berpikir berkali-kali jika ingin bersama tinggal bersama Ayahnya yang kini telah berumah tangga lagi dan sudah mendapatkan seorang putra dari istrinya kini. Iya ibu dan ayahnya bercerai ketika berumur lima belas tahun, ketika itu Ibunya memergoki Ayahnya yang sedang berselingkuh dengan wanita itu, mulanya ibunya ingin mempertahankan pernikahan mereka demi gadisnya, tapi pertekaran selalu terjadi dalam rumah tangga mereka yang membuat gadis itu tertekan mendengar pertengkaran mereka.
Gadis itu sempat menyalahkan dan membenci Ibunya yang Ia rasa selalu menyalahkan Ayahnya dan memicu pertengkaran, menurutnya Ibunya terlalu memonopoli Ayahnya dengan selalu menanyakan kemana dia hari ini, apakah dia benar-benar bekerja dan lainnya yang membuat Ayahnya marah dan terjadilah pertengkaran-pertengkaran yang membuat kuping Gadis itu berdengung tidak nyaman.

Tapi saat Ayahnya membawa wanita selingkuhannya dan menyatakan bahwa perempuan itu telah mengandung anaknya membuat gadis itu terdiam dan meneteskan air matanya, ingin sekali gadis itu membunuh wanita yang dengan teganya merenggut kebahagiaan keluarganya, namun dia mencoba memperkuat dirinya dan berlari kearah Ibunya, memeluk wanita yang melahirkannya itu dan mengelus punggungnya yang bergetar walaupun Ibunya itu tidak mengeluarkan suara tangisannya, gadis itu tahu ibunya menangis karena penghianatan suaminya yang selama ini dia sembunyikan.

Gadis itu terus mengelus punggung ibunya, memberi kekuatan agar ibunya tidak menangsi laki-laki bajingan yang dia sebut dengan Ayah itu, walaupun sebenarnya dia juga merasakan sakit hati karena penghianatan itu, tapi dia harus tetap kuat. Dengan sisa tenaganya dia menyeret ibunya keluar dari rumah mereka dan meninggalkan laki-laki –Ayahnya yang terus meneriakan nama mereka ingin meminta maaf. Saat itulah dia menjadi pribadi yang dingin, dengan ibunyapun dia bersikap dingin, tapi bedanya sebenarnya di dalam hatinya dia begitu hangat pada ibunya.
“ya! So eun-ah kenapa kau melamun eoh?” gadis itu –So eun tersadar dari pikirannya ketika ibunya menepuk pelan pundaknya.
“…”
“kau tidak ingin menyapa tetangga-tetangga kita hm?” Ibunya kembali bertanya ketika So eun masih terdiam, tidak menjawab pertanyaan Ibunya.
“aku ingin jalan-jalan” ucap So eun dan keluar dari rumah barunya tanpa memperdulikan raut kekhawatiran daan teriakan ibunya.
“anak itu! dia kan belum tahu seluk-beluk desa ini.” Gumam Ibunya yang berhenti memanggil putrinya.

Jung eun mi, ibu So eun seorang dokter umum yang memilih membantu para penduduk desa terpencil itu dengan membuat klinik di sana. Dia berharap dengan memilih tempat itu, dia bisa lebih tenang dan melupakan semua masalahnya. Tapi dia merasa bersalah pada So eun karena sepertinya So eun tidak suka berada ditempat itu, padahal dia ingin putrinya itu juga merasakan nyaman berada di desa itu karena tempatnya yang indah dan asri.
“semoga So eun bisa betah di sini.” Harapnya sambil menyunggingkan senyum yang masih terlihat cantik di umurnya yang ke empat puluh lima tahun.

[]

So eun terus saja berjalan mengikuti jalan setapak yang banyak ditumbuhi pohon sakura, dia memandang disekelilingnya, dia tiba-tiba tersenyum karena melihat beberapa burung hinggap dipohon sakura, burung itu terlihat indah dengan warnanya yang cerah.
“tidak buruk juga hidup di desa terpencil ini, yah walaupun aku masih merindukan Seoul” gumamnya menghela nafas yang terdengar lelah.
“Ya! Kenapa kau pergi?” teriak So eun ketika dia melihat burung itu terbang, dia mengejarnya tanpa memperhatikan langkah dan arahnya berjalan. So eun terus saja mengikuti kemana burung cantik itu pergi sampai dia masuk kehutan yang berada diatas gunung, dia merasa terlalu jauh berjalan dan tidak menemukan jalan kembali menuju desa. Desa tempatnya tinggal itu kini sudah tak terlihat, dia mencoba tenang dengan menghembuskan nafasnya, namun berjalan beberapa saat sampai hari terlihat kemerahan pertanda hari sudah sore membuatnya putus asa dan pada akhirnya dia menyerah dan duduk dibatu besar dibawah pohon, dekat dengan sungai kecil yang mengalir tenang.

“aish kenapa aku sial sekali. apa aku harus diam dan bermalam disini? Bagaimana kalau disini ada makhluk buas atau makhluk halus?” S o eun terlihat bergidik ngeri dan tanpa terasa air matanya menetes karena ketakutan, kini dia seperti anak berumur enam tahun yang tersesat di Taman bermain. Hilang sudah So eun yang dingin dan terlihat kuat itu.
“Ya! Berapa umurmu? Kenapa kau masih menangis seperti anak kecil saja!” terdengar suara bariton seorang laki-laki yang terdengar sinis padanya. So eun mengangkat wajahnya yang kini nampak kusut karena matanya sembab habis menangis.
“ah ada orang! Syukurlah!” teriaknya berlari menghampiri laki-laki yang berdiri dekat dengan pohon tempatnya terduduk.
“plak!” So eun terpana ketika tangannya ditepis menggunakan ranting pohon oleh lelaki yang meneriakinya tadi, padahalkan dia Cuma ingin memegang tangan laki-laki itu karena terlalu senang mendapati ternyata masih ada orang di dalam hutan yang mengerikan itu. apa laki-laki itu tidak suka ada gadis asing yang ingin memegangnya? Sayang sekali padahal gadis sepertiku jarang-jarang ingin memegang seorang laki-laki, seharusnya laki-laki itu bangga karena akan disentuh olehku kan banyak yang ingin menjadi pacarku, gumam So eun dalam hati masih memandang heran lelaki yang ada didepannya.

“Mianhe! bukan maksudku seperti itu, tapi kalau kau menyentuhku aku akan menghilang dari dunia ini. Karena kau seorang manusia.” Ucap lelaki itu menjelaskan, sedangkan So eun mengangkat alisanya heran dengan kata-kata lelaki itu. menghilang kalau dipegang eoh? lalu karena So eun manusia? So eun semakin tidak mengerti maksud lelaki itu.
“ bilang saja kalau tidak ingin dipegang. Tidak usah mengarang cerita yang aneh-aneh seperti itu” gerutu So eun lagi dalam hatinya.
“aku bukan manusia!” kata lelaki itu lagi karena melihat raut kebingungan di wajah So eun.
“ah kau memang bukan manusia!” teriak So eun mencibir karena kelakuan lelaki itu yang sepertinya enggan dekat-dekat dengannya.
“terserah kau percaya atau tidak. Aku bukan manusia dan jika kulitku tersentuh dengan kulit manusia aku akan menghilang –menghilang yang artinya di tiadakan.” Laki-laki itu kembali menjelaskan pada so eun agar tidak sembarangan memegangnya lagi.
“benarkah?” ucap So eun berjalan dan ingin memegangnya lagi, namun dengan cepatnya laki-laki itu memukul kepala so eun menggunakan ranting yang dari tadi dipegangnya.
“aish Appo!” teriak So eun karena merasakan sakit dikepalanya, dia mengusap pelan kepalanya untuk menghilangkan rasa sakitnya.
“sudah aku katakan aku akan menghilang kalau kau menyentuhku, karena aku bukan manusia! Kau belum mengerti juga eoh?”
“kau memang bukan manusia! Karena tida ada manusia atau lelaki yang memukul gadis secantik diriku.” Teriak So eun dengan percaya dirinya.
“Ne, ne! Kau pasti orang baru di sini karena itu kau tersesat bukan?”
“Ne!”
“baiklah aku akan mengantarkanmu sampai jalan setapak menuju Desa.” Ketika laki-laki itu berjalan So eun hanya mengikutinya dari belakang memandang punggung lelaki itu dari jarak satu meter karena lelaki itu yang memintanya tidak dekat-dekat bukan?. Kini dia terus saja memperhatikan laki-laki itu, laki-laki yang lebih tinggi darinya, yah tidak terlalu jauh di atasnya. Tubuhnya terlihat tegap, apalagi wajahnya terlihat sangat tampan untuk ukuran orang Desa sepertinya, walaupun menggunkan kaos oblong dan celana kain yang tidak mewah. Tapi menurut So eun dia benar-benar tampan.

Sebenarnya So eun tidak percaya kalau lelaki itu bukanlah manusia, tapi biarkan saja yang terpenting dia bisa pulang dan tidak bermalam di hutan yang mengerikan. Kalaupun dia adalah siluman atau apapun So eun bersyukur karena ternyata masih ada siluman yang tampan dan baik seperti laki-laki itu, dan So eun merasa mempunyai semangat hidup di desa terpencil ini.
“woah Gomawo! Akhirnya aku bisa pulang.” Ucap So eun tersenyum kearah laki-laki itu yang terdiam menunggu So eun pergi meninggalkannya.
“Ne!” ucap laki-laki itu sedikit membalas senyum So eun, namun mampu membuat So eun terpana melihat senyum tulus dari laki-laki itu.
“kenapa kau masih diam? Cepatlah pergi ini sudah malam.” Ucap lelaki itu ketika so eun tidak bergerak meninggalkannya.
“Boleh aku tahu namamu oppa? dan bisakah kita bertemu lagi?”
“….”
“ah aku ingin berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkanku. Aku ingin memberikanmu sesuatu. Bolehkan?” So eun berharap lelaki itu mau bertemu dengannya lagi.
“Ne! Kau bisa menemuiku di sini.” Laki-laki itu kembali tersenyum pada So eun. so eun tersenyum senang mendengarnya.
“lalu nama mu?” tanya So Eun lagi, namun laki-laki itu tidak menyebutkan namanya ketika So eun terdiam cukup lama untuk menunggunya bicara.
“pulanglah!”
“Ne!” ucap So eun menundukan kepalanya dan berbalik untuk meninggalkan lelaki itu, tapi saat dia baru ingin meninggalkan tempat itu, laki-laki itu menyebutkan namanya.
“Lee Donghae itu namaku.” So eun berbalik ingin melihat lelaki itu, ingin berterima aksih dengan cara menyebutkan namanya, namun ternyata lelaki itu sudah menghilang dari pandangannya.
“jadi dia benar-benar bukan manusia?” ucap So eun terdiam.

[]

“So eun-ah! Kau kemana saja sayang?” tanya Ibu So eun ketika melihat putrinya muncul dari jalan setapak. Nyonya Jung sangat mengkhwatirkan putrinya yang sampai sore hari belum pulang, apa lagi So eun belum tahu jalan-jalan di Desa itu walaupun desa itu kecil, tapi kemungkinannya bisa terjadi bukan, dan firasatnya benar ketika putrinya mengatakan kalau dia tersesat dihutan pegunungan.
“kau harus berterima kasih pada penduduk desa karena ikut mencarimu sayang!” ucap Ibunya, So Eun mengucapkan terima kasih pada penduduk desa dan diapun mengajak Ibunya untuk secepatnya pulang karena dia begitu lelah.
“eomma! Aku bertemu dengan seseorang dihutan, dia yang menolongku.” So eun memulai ceritanya ketika dia sudah selesai mandi dan makan malam.
“benarkah? Untung ada yang menolongmu So Eun-ah. Apa dia seorang pemuda eoh?” Ibunya mencoba menggoda So eun agar wajah kaku anaknya itu menghilang, kerena baru kali ini juga So Eun bisa menceritakan sesuatu, karena dari kejadian yang menimpa keluarganya, So eun sangat jarang menceritakan sesuatu hal yang dialaminya yang membuat Ibunya sedih. Bukankah ini semua sebuah kemajuan? Jadi dia merasa tidak sia-sia mengajak So eun pindah ke desa ini.
“Ne! Dia pemuda yang sangat tampan.” Ucap so eun tersenyum membayangkan wajah tampan lelaki yang dia temui di hutan.
“wah jadi putri eomma jatuh cinta pada pemuda itu?”
“ah eomma!” teriak So eun merajuk karena menyadari ibunya itu sedang menggodanya.
“aish! Kalau kau menyukainya, kejarlah pemuda itu sayang” ucap ibunya membelai sayang rambut panjangnya.
“apa benar secepat itu aku bisa jatuh cinta pada laki-laki itu? tapi bukankah dia bilang dia bukan manusia? Ah eothoke?!” So eun tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepalanya yang membuat ibunya kembali tersenyum melihat tingkah putrinya. Dia merasa putrinya yang dulu ceria kini kembali walaupun belum seutuhnya.

[]

“Donghae oppa!” teriak So eun ketika sampai dipinggir hutan yang ada dipegunungan, dia melihat laki-laki itu –Lee Donghae duduk dibawah pohon sakura menunggunya seperti hari-hari sebelumnya. iya Lee Donghae dan Kim So Eun menepati janji mereka untuk bertemu lagi di tempat mereka berpisah dan dari sana pertemuan-pertemuan selanjutnyapun terjadi. Dari pertemuan mereka pertama kali di musim panas tahun lalu sampai sekarang musim panas datang lagi.
Ketika dia baru pulang dari kampus nya Youngsan University yang berada di daerah Busan, So eun selalu pergi kesana –ke Hutan untuk menemui lelaki itu dengan membawa makanan ringan dan biskuit untuk mereka makan di dalam hutan. Lelaki itu sering sekali mengajaknya ke tempat-tempat baru, dan So eun sangat menyukai itu karena tempat-tempat itu sangat indah seperti sekarang dia di ajak Donghae ke atas puncak gunung, di puncak gunung itu terdapat padang rumput yang sangat hijau dengan ditumbuhi banyak bunga liar disekitarnya yang membuat So eun terpana melihatnya.

“kau menyukainya?” tanya Donghae memperhatikan wajah So Eun yang berseri.
“Ne! Oppa aku sangat menyukainya. Yeoppo!” ucap So eun dan memandang wajah Donghae yang sedikit dekat dengan wajahnya yang membuatnya merona –gugup dengan pandangan Donghae padanya. Dengan cepatnya So eun mengalihkan pandangannya ke arah bunga-bunga yang terlihat indah, yah walaupun wajah Donghae juga sangat indah menurutnya yang sayang sekali untuk dilewatkan.

“aish kenapa kau sering sekali mengalihkan pandanganmu dariku? Aku kan hanya ingin melihat matamu yang indah itu. matamu seperti berkilau ketika diterpa sinar matahari.” Ucap Donghae jujur. So eun mengalihkan pandangannya lagi, namun sekarang kearah Donghae, dimana laki-laki itu kini memilih merebahkan tubuhnya di atas rerumputan dan menutup area matanya untuk menghalangi cahaya matahari.

So eun terus saja memperhatikan lelaki itu –Lee Donghae, Karena lelaki itu, So eun merasa bahagia hidup di desa terpencil yang sekarang menurutnya sangat indah karena ada dirinya -Lee Donghae. Karena lelaki itu pula kini hubungannya dengan Ibunya sudah seperti dulu, seperti sebelum kejadian yang memporak-porandakan keluarganya.
Dia sungguh merasa bahagia ketika bersama lelaki itu. tanpa terasa jantungnya terasa berdetag lebih cepat ketika dia selalu berdekatan dengannya. So eun tidak memungkirinya lagi, dia memang benar-benar menyukai lelaki ini –menyukai seorang Lee Donghae yang mengatakan dirinya bukanlah seorang manusia yang sampai sekarang tak dipercayai So eun, dia yakin Donghae pasti membohonginya, mengatakan dia bukan seorang manusia. Tapi apa alasannya? Apa alasan yang pasti sehingga Donghae membohonginya, bukankah mereka sudah hampir satu tahun saling mengenal? Atau Donghae memang benar-benar bukan manusia?.

“oppa!” panggil So eun terdengar lirih di telinga Donghae, mendengarnya Donghae mengarahkan pandangannya pada So eun yang masih terduduk disampingnya, dia memperhatikan wajah gadis yang mengajaknya berbicara itu. donghae sedikit bingung, bukankah So eun memanggilnya untuk berbicara dengannya, tapi kenapa gadis itu malah memandang hamparan bunga yang ada didepannya?
“Ne?”
“…” terjadi keheningan beberapa lama sampai terdengar suara deheman dari So eun, gadis itu mengatur suaranya agar terdengar lebih baik.
“kalau aku mengatakan kalau aku mencintaimu, eothe?” walaupun sudah mengatur suaranya, tetap saja suara So eun masih terdengar lirih di pendengaran Donghae.
“Maksudmu?” So eun masih tidak ingin melihat wajah pemuda itu, dia sungguh tak ingin mengatakan perasaannya.
“aku mencintaimu oppa!” suara So eun terdengar lebih keras membuat Donghae sedikit terkejut, bukan karena suara So eun, tapi karena pernyataan gadis itu, pernyataan So eun yang menyatakan kalau dia mencintai Lee Donghae.

“Mianhe!” suara Donghae kali ini sama seperti suara So eun sebelumnya, terdengar lirih.
“ah Arraseo! kau pasti tidak mencintaiku. Sifatku memang seperti anak kecil seperti yang selalu kau katakan. Tidak mungkin kau menyukai orang yang bertingkah seperti anak kecil ini bukan? –“
“ani–“ Donghae terbangun dari rebahannya dirumput itu dan memandang So eun sambil menggelengkan kepalanya, membantah perkataan So eun, tapi So eun tidak melihat gelengn itu karena memfokuskan pandangnnya di hamparan bunga yang sangat luas itu.
“aku memang bodoh! Aku membodohi diriku sendiri oppa. aku pikir kau menyukaiku karena selalu mengajakku selalu bertemu dan mengajakku ke tempat-tempat yang begitu indah. Bodoh sekali bukan?” Donghae terdiam mendengar pernyataan gadis itu, dia ingin membantahnya, namun gadis itu terus saja memotong perkataaanya.
“kau selalu saja menghindar saat aku ingin memegang tanganmu saat kita berjalan bersama. Kau juga selalu mengatakan kau bukan manusia dan juga..hiks” So eun berusaha menahan air matanya agar tidak keluar, dia malu ketika harus memperlihatkan dirinya yang lemah itu kembali di depan laki-laki itu.

“k..kau tidak pernah mau ku ajak bertemu dengan eommaku, bukankah itu sudah jelas penolakan secara halus darimu. Aku memang sangat bodoh oppa. mianhe karena membuatmu tidak nyaman.” Ucap So eun mencoba tersenyum, senyumnya terlihat menyakitkan karena di iringi oleh air mata. Donghae mengangkat tangannya ingin menghapus air mata So eun, namun ketika sudah dekat dengan pipi gadis itu, dia mengurungkan niatnya dan menurunkan tangannya.

So eun sempat terpana ketika Donghae akan menghapus ir matanya, akan tetapi dia seperti dilabungkan ke atas langit dan di jatuhkan dengan kerasnya ketika melihat Donghae pada akhirnya menurunkan tangannya. Hatinya sungguh sakit melihat penolakan tidak langsung dari Donghae. So eun merasa Donghae hanya kasihan padanya, karena So eun pernah menceritakan masa lalunya pada lelaki itu.

“Arraseo! selamat tinggal oppa. maaf untuk selama ini. Aku janji tidak akan menemuimu lagi, jadi oppa tidak akan terganggu lagi.” So eun tersenyum, senyum palsu dan Donghae tahu itu karena gadis itu jelas-jelas menangis.

“Mianhe So eun-ah. Kita memang tidak bisa bersama, karena aku bukan manusia sepertimu.” Ucap Donghae lirih ketika So eun sudah hilang dari pandangannya.

[]

Lee Donghae seorang pemuda yang sangat tampan, dia bukan seorang manusia tapi jangan katakan dia adalah hantu karena dia begitu tampan jika dijadikan hantu yang bergentayangan. Katakan dia seorang Siluman. Iya dia seorang siluman yang sudah sangat lama menempati Gunung yanag sering di sebut sebagai gunung lembah kunang-kunang oleh para warga desa. Tidak ada yang tahu akan kehadirannya di dalam gunung itu karena dia tidak pernah menampakkan dirinya pada siapapun.

Kalian pasti heran kenapa bisa pemuda tampan itu bisa menjadi siluman gunung, itu karena sewaktu Donghae kecil, dia dibuang di atas gunung itu, tak ada yang menemukannya. Bayi mungil itu Menangis ditengah malam, ditengah hutan yang sepi, sampai bayi mungil itu tidak bisa terselamatkan lagi karena kelaparan yang membuatnya meninggal. Karena kasihan Dewa gunung menolongnya dan memberikan kehidupan padanya, tapi bukan kehidupan sebagai manusia, namun sebagai siluman dengan syarat dia tidak boleh di sentuh ataupun menyentuh manusia, karena kalau dia melakukan itu, dia akan lenyap dari muka bumi ini. Lenyap untuk selama-lamanya tanpa ada yang bisa menolongnya lagi.
____________

“So eun-ah kenapa kau tiduran terus eoh? kau tidak ke kampus sayang?” nyonya Jung membuka pintu kamar putrinya dan membangunkannya dengan membelai rambut So eun penuh kasih sayang.
“aku tidak ingin kekampus. Aku sangat malas eomma!” suara So eun terdengar dingin ditelinganya, apakah terjadi sesuatu pada putrinya sehingga dia bersikap dingin kembali.
“apa kau sakit So eun-ah?” nyonya Jung memegang kening So eun namun terasa normal.
“hiks…hiks” terdengar suara isakan kecil dibalik selimut yang menutupi wajah So eun yang membuat nyonya Jung semakin khawatir pada putrinya.

“apa yang terjadi sayang? Kau kenapa? Palli ceritakan pada eomma!” karena tidak tahan dengan rasa sakit di dadanya, akhirnya So eun membuka selimutnya dan memeluk Ibunya. Sempat terlihat oleh nyonya Jung kalau mata putrinya itu sangat sembab. Pasti dia habis menangis dari kemarin, sungguh dia merasa sudah mengabaikan putrinya.
“kenapa semua laki-laki itu sangat jahat padaku eomma! Apa salahku?” So eun semakin sesenggukan ketika memulai bercerita pada eommanya.
“huus! Tidak semua lelaki jahat sayang. Kau pasti salah paham. Apa ini ada hubungannya dengan Donghae?” So eun menganggukan kepalanya dalam pelukan ibunya dan nyonya Jung merasakan anggukan putrinya.

“aku mencintai lelaki itu eomma. Tapi dia sepertinya tidak mencintaiku.”
“apa Donghae mengatakan kalau dia tidak mencintaimu sayang?”
“ani! Tapi dari caranya dia menolakku eomma. Dia selalu mengatakan kalau dia bukan manusia dan ketika dia disentuh oleh manusia dia akan menghilang, karena itulah dia mengatakan tidak bisa bersamaku. Bukankah itu adalah lelucon yang sangat tidak lucu eomma?” nyonya Jung sedikit terkejut mendengar penuturan putrinya, karena menurutnya cerita putrinya sama seperti yang diceritakan warga Desa ketika di klinik tadi. Mereka mengatakan kalau di Gunung itu ada siluman yang hidup di sana. Walaupun terdengar sangat janggal, tapi menurut nyonya Jung kemungkinan itu pasti ada bukan.

“temuilah Donghae lagi sayang dan minta penjelasannya. Eomma yakin semuanya akan lebih jelas ketika kau berbicara baik-baik dengannya, jangan menganggapnya sebagai laki-laki yang jahat sebelum tahu semuanya ne?” nyonya Jung yakin Lee Donghae, pemuda itu walaupun dia nantinya seorang siluman, dia pasti siluman yang baik, itu terbukti karena Lee Donghae bisa membuat putrinya menjadi lebih baik.
“ehem” ucap So eun mengangguk, mengiyakan nasihat Ibunya.
“apakah Donghae mencintaiku eomma?”
“eomma tidak tahu sayang. Tapi eomma yakin Donghae adalah orang yang baik.”

[]

“oppa!” panggil So eun pada seorang laki-laki yang selalu menunggunya dibawah pohon pinggir hutan.
“So Eun-ah?” tanya Donghae tidak percaya karena akhirnya gadis itu menemuinya lagi. Iya Sore itu So eun akhirnya menemui Lee Donghae, walaupun harus menunggu seminggu untuk meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja, sampai dia yakin untuk menemui Donghae. Ketika So eun tidak melihat pergerakan Donghae, So eunpun berlari kearah laki-laki itu dan berhenti di depannya dan memasang senyum manis.
“oppa mianhe?” ucapnya tulus dan sesaat setelah itu Donghae langsung tersenyum –membalas senyum So eun.
“Gwenchana So eun-ah. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu” So eun selalu meraasa damai ketika melihat senyum Donghae. Dia benar-benar menyukai lelaki didepannya ini.
“aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu. Kajja!” Donghae menyodorkan ranting pohon pada So eun, So eun mengerti maksud Donghae –menyuruhnya untuk menggenggam ranting itu agar mereka seperti bergandengan tangan untuk memasuki hutan yang ada di gunung.

Ketika berjalan bersama memasuki hutan, So eun sesekali melihat wajah Donghae yang kini tanpa ekspresi, So eun sebenarnya ingin menanyakan tentang pengakuan Donghae yang menyatakan dirinya bukanlah manusia. Apakah itu benar? Tapi itu mustahil bukan di era modern seperti ini. Tapi So eun mencoba mengerti Donghae, pasti ada alasan tertentu yang membuat Donghae membohonginya. Dia harus mengingat pesan Ibunya, kalau semua lelaki itu tidak jahat, pasti Donghae adalah laki-laki baik, pikirnya.

“oppa kita akan kemana? Ini hampir malam.” Donghae hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan So eun, dia terus menarik ranting kayu yang menjadi penghubungnya dengan So eun. Sedangkan So eun kembali terpana akan senyum lelaki itu dan memilih menundukan wajahnya demi menghilangkan kegugupannya, namun ketika dia ingin melihat wajah Donghae kembali, laki-laki itu kini kembali menampakkan wajahnya yang datar dan terlihat serius. Laki-laki itu terus menatap kedepan tanpa menyadari kalau kini So eun terus memperhatikannya.
“oppa waeyo? Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukan padaku?” gumam So eun dalam hati, dengan terus melihat wajah serius Donghae.

_____________

So eun sangat terkejut ketika Donghae membawanya ketempat yang sama seperti beberapa hari yang lalu –ke hamparan rumput luas tempat mereka beberapa hari yang lalu, ketika So eun menangis dan meninggalkan Donghae sendirian disana. Bedanya kini hamparan rumput luas itu terlihat lebih indah karena cahaya bulan dan bintang yang berkelipan –karena hari sudah malam.

“woah indah sekali oppa!” teriaknya So eun dan melepaskan genggamannya pada ranting yang menghubungkannya dengan Donghae dan memilih berlari mengelilingi hamparan rumput itu, Donghae yang melihatnya hanya tersenyum senang, senang melihat So eun yang kembali tersenyum seperti hari-hari sebelum pernyataan cintanya pada Donghae.

“oppa kemari! Palli!” ucap So eun melambaikan tangannya mengundang Donghae mendekat padanya. Donghae lalu berjalan pelan ke arah gadis itu dan ketika dia sampai dan duduk di dekat So eun, Gadis itu malah merebahkan dirinya di hamparan rumput sama seperti yang dilakukan Donghae hari-hari yang lalu. Donghae bisa melihat So eun yang begitu bahagia melihat kearah langit sambil mengangkat tangannya seperti ingin menggapai bintang di langit, sesekali So eun tertawa karena begitu gembira melihat keindahan yang diciptakan oleh Tuhan yang terhampar begitu luas.

“aku ingin jujur padamu So eun-ah” suara Donghae mengalihkan ketertarikan So eun pada keindahan malam.
“….” So eun terdiam memperhatikan Donghae yang belum melanjutkan perkataannya, laki-laki itu memandangnya sebentar lalu ikut rebahan disampingnya tanpa menyentuhkan kulit mereka.

“Saranghae!” kata itu akhirnya keluar dari mulut Donghae yang membuat So eun menyampingkan tubuhnya menghadap donghae, begitupun sebaliknya. Kini mereka saling berhadapan dan bisa Donghae lihat kalau So eun sempat mengerjapkan matanya beberapa kali karena tidak percaya.

“joungmal oppa?” So eun masih memandang Donghae dengan tatapan tak percayanya yang membuat Donghae tertawa melihat raut wajah So eun yang menurutnya sangat lucu.
“ehem ne! Saranghae Joungmal Saranghae Kim So eun.” suara Donghae bagaikan nyanyian merdu bagi So eun, dia sangat bahagia, akhirnya cintanya terbalaskan.

“hiks..hiks”
“ya! Kenapa kau menangis?” tanya Donghae yang melihat air mata So eun keluar dari mata indahnya.
“aku sangat bahagia oppa!” kata So eun dengan cepat mengusap pipinya yang dipenuhi air mata.

“jadi selama ini kau bohong bukan oppa kalau kau bukan manusia eoh? kau pintar sekali membohongiku. Kau mau mengujiku bukan?” ucapnya menggerutu sambil menunjuk-nunjuk wajah Donghae.

“Ne! Aku tidak pandai berbohong yah” ucap Donghae mengusap tengkuknya seperti orang salah tingkah. So eun terus saja tertawa, menertawakan dirinya yang termakan oleh kebohongan Donghae.
“jadi apa sekarang aku boleh menyentuhmu oppa?” tanya So eun pada Donghae setelah dia berhasil menghentikan tawanya.

“apapun yang kau inginkan So eun-ah. Lakukanlah padaku. Bukankah sekarang aku resmi menjadi milikmu eoh?” So eun merasa malu mendengar perkataan Donghae. Donghae menjadi miliknya? Ah seperti mereka sudah menikah saja, pikir So eun.

“kenapa kau malu seperti itu?” Donghae tertawa melihat tingkah So eun yang malu karena perkataannya.
“kita belum menikah oppa! jadi kau masih belum menjadi milikku.” Celoteh So eun memanyunkan bibirnya. Tapi aksi So eun yang cemberut kearah Donghae akhirnya hilang ketika dia kembali melihat wajah serius Donghae.

“apapun yang terjadi padaku nanti So eun-ah, berjanjilah kau akan tetap menjadi So eun yang selalu ceria Ne!” So eun yang tadi terheran dengan raut wajah Donghae, kini semakin tidak mengerti dengan perkataan lelaki itu.
“memang apa yang akan terjadi oppa? kau akan selalu bersamaku bukan?”
“Ne! Tentu saja aku akan selalu bersamamu.” So eun tersenyum mendengar perkataan Donghae. Tangannya kini terangkat keatas ingin menyentuh wajah Donghae dan….
Pada akhirnya So eun bisa memegang wajah lelaki yang dicintainya itu, karena lelaki itu tidak menghindari sentuhannya lagi. So eun bahagia, sungguh dia sangat bahagia sampai ingin rasanya menangis karena hatinya dipenuhi rasa cinta. So eun terus saja membelai sayang wajah tampan pemuda itu, sedangkan pemuda itu Lee Donghae memejamkan matanya merasakan sentuhan tangan halus gadis yang berhasil mencuri hatinya.

Donghae juga sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa merasakan kulit halus dari gadis itu, Kim so eun. dari awal pertemuan mereka, Donghae ingin memeluk tubuh mungil gadis itu, dia ingin memeluk gadis itu ketika dia menangis karena mengingat masa lalu nya yang buruk ketika dia menceritakannya pada Donghae. Tapi Donghae tidak ingin kebersamaannya dengan gadis ini cepat berlalu sehingga dia menahan dirinya agar tetap berada disampingnya.

Namun untuk kali ini perasaannya sudah tak tertahankan, dia juga ingin merengkuh dan memiliki gadis pujaannya. Dia ingin merasakan kulit halusnya. Dia tidak ingin menyakiti hati gadisnya lagi, jadi biarkanlah dia mengabulkan keinginannya sendiri dan keinginan So eun, walaupun untuk terakhir kalinya.

Donghae membuka matanya ketika So eun menghentikan sentuhannya di wajah tampan Donghae dan dengan keinginannya yang kuat Donghae lalu membelai wajah cantik yang ada di depannya, Wajah Kim so eun, gadisnya. Dia memegang pipi chuby gadis itu dengan kedua tangannya setelah itu dia mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik itu, mencium bibir mungil gadisnya. Dia mencium gadis itu begitu lama. Tanpa nafsu, namun penuh dengan kelembutan dan ketulusan darinya, sungguh dia sangat mencintai gadis ini.

“So eun-ah mianhe!” lirih Donghae

“kenapa mesti meminta maaf oppa? bukankah kita melakukannya karena cinta?” jawab So eun yang belum mengerti arah pembicaraan Donghae. Tapi Donghae tetap menyunggingkan senyumnya pada gadis itu dan memeluknya sangat erat. Tiba-tiba badan Donghae bersinar, sinar warna hijau yang indah yang membuat So eun melepaskan pelukan mereka.

“sepertinya sudah waktunya aku pergi So eun-ah.” So eun terdiam melihat badan Donghae sedikit-demisedikit menghilang dan berubah menjadi cahaya kecil.
“oppa?” cicit So eun memanggil Donghae yang masih memamerkan senyumnya.

“Selamat tinggal So eun-ah. Saranghae!” sedikit lagi tubuh Donghae menghilang dari hadapannya dan So eun tidak ingin itu terjadi, dengan posesifnya So eun memeluk erat tubuh Donghae, tidak membiarkan tubuh itu lenyap. Namun kini tubuh Donghae telah hilang dan menyisakan baju dan celana yang biasa donghae pakai. Tubuh So eun kini lemas karena tidak menyangka semua yang dikatakan Donghae itu benar. Donghae bukan manusia dan jika tersentuh kulit manusia dia akan lenyap –menghilang.
“oppa!!” teriak So eun ditengah hutan yang sepi karena Donghae telah meninggalkannya.

“oppa! hiks..hiks.. mianhe!!” So eun terus saja menangis, meraung seperti serigala yang kehilangan kawanannya.
“aku memang bodoh. Oppa mianhe..” tubuhnya semakin lemah karena dia terus saja menangis –menangisi kebodohannya. karena ke egoisannya ingin memiliki laki-laki itu, kini malah dia kehilangannya. Kehilangan laki-laki yang membuatnya percaya kalau semua laki-laki itu tidak jaha. Lee Donghae nya laki-laki yang sangat baik.

“aku bukan manusia. Jika kau menyentuhku akau akan mengghilang –lenyap dari muka bumi ini.”
“aku bukan manusia. Jadi kita tidak mungkin bersama.” Semua kata-kata Donghae terngiang di telinganya. Dia merasa bodoh karena tidak mempercayai perkataan Donghae.

“Mianhe!” kata itu terus meluncur dari kedua bibir So eun, kini kehampaan malam yang indah menemaninya, tanpa So eun sadari kini beberapa Kunang-kunang mengelilingi tubuhnya, seperti ingin menghiburnya agar dia tidak menangis. Kunang-kunang itu adalah jelmaan dari laki-laki yang di cintainya –Lee Donghae.

 

THE END

Oke reader setia blog tercinta ini..
Maaf karena tidak bisa melanjutkan beberapa FF ku karena aku masih tidak konsen untuk melanjutkannya. Mungkin kalau skripsiku sudah kelar, baru aku akan melanjutkan semua FF tanpa terkecuali. Untuk menghilangkan kerinduan klian pada blog gaje ini, aku membuat FF ini. Semoga kalian suka dan tidak kecewa yah! ohya maaf kalau judulnya enggak nyambung. Kepikiran aja kalau Donghae itu cinta yang tidak bisa dilupakan So eun nantinya, dan pertemuan mereka untuk pertama kali itu ketika musim panas, jadi begitulah sejarahnya sehingga judul fanficnya gitu. Okelah akhir kata mohon di komen, gomawo.

 

#bow#

20 Tanggapan to “I Will Remember My Summer Love”

  1. wahyuSsoAngells 28 Juni 2015 pada 2:28 PM #

    aigoo stelah hiatus ckup lama akhirnya author ini kembali chukkae 😆😆
    ceritanya harus sad ending pdahal ngrepnya ada khidupan kedua buat lee donghae 😭😭😭😭
    Smoga sso msih ttep ceria walaupun tanpa donghae.. Dtumggu next ff brikutnya eonni kangen ama smua ff yg ada diblog ini 😰😰
    Oke deh ttep semangat buat authornya fighting!!!!

  2. shaneyida 28 Juni 2015 pada 2:53 PM #

    Aaaaa yeahhhhhh hug doyaya ampe hbs napas *eohhh mati Dung ..hhhhe *plakk aye d gebuk doyaya pake roti * hhhh
    Judul ma storynya nyambung kok (y)
    Tak kira hae bklan jdi manusia ..tp dia brubah jd kunang2.. Agak Mrinding unn klo ngeliat kunang3 hhhi *eoh..ga nanyak* hhhh
    yak stelah wujud awalnya manusia tru brubah jd makluk siluman gunung trus akhirnya jd menjelma jdi kunang2 kek kupu3 gitu ..hihiii *eoh…hhha iyein aja ee doyaya *

    Soeun punya pengalaman yg tak terlupkan ketika d desa pas awal dia mrasa g suka ada d desa tp stelah dia tersesat d hutan dan ketemu siluman ikan hhhiii dia terperosok ma pesona hae ..rpnya hae pun demikian tp hae lbh iso menyebunyikan persaaNnya drpd sso .. Sso mencba mnegatakan cinta ..dan hae terus berpikir untuk menjawab apa cos mmng dia juga mencintai soeun tp krna sso terus menyelah ucapannya sendiri akhirnya dia mwek ..yg dikiranya cintanya bertepuk sbelah tangan .. Trus dia curhat ma emaknya ..emaknya nyuruh sso nemuin lgi minta kepastian hukum *eoh* hhhe😄
    Dan hae membrikan jwabnnya klo dia punya rs yg sama .. Kekuatan cintanya yg ingin merasakan kebahagian d sentuh sso walau sesaat dg konsekuensi yg fatal … Tp aye sempet ngira jg pas sso mau d ajak hae k suatu t4 apakah sso akan d ajak jd siluman jg hhha *plakk* rpnya disitulah kenangan manis terukir😉 walopun endingnya hae tiada …tp ini bagi unn happy ending hhhiii dan aye suka bingit (y)
    Story nya bagus doyaya (y) keep writing (y) d tunggu krya3 doyaya slanjutnya …sukses buat skripsinya yaa amiiiiin {} unn doakan cpt kelar n jdi ibu’ guru yg galak buat murid2nya nanti hhhha ets guru yg baik n bijaksana yo :*

    Two thumbs up(y)
    Lempar keringat hae buat doyayaaa Kissue (♥͡з♥͡)muach*~♡

  3. Puspa Kyukyu 28 Juni 2015 pada 2:54 PM #

    Wuuaaaa..
    Seruuu ceritanya Eonnnieeeeeee….

    Bener deh.. Seruuuuu…
    Tapi sedih juga liat Donghae harus pergi gitu~😥😥😥😥😥

  4. naura ardiansyah 28 Juni 2015 pada 4:27 PM #

    ap nie saeng😥 😥 😥 mlm2 aq dbwt mewek😥 *tega nian kou😦

    pertemuan haesso d musim panas ^^ yg trjd krn tdk d sengaja cz sso yg trsesat d hutan ^^ tp dgn pertemuan it lah mreka mulai mengenal satu sm laen trus muncullah benih2 cinta dhati sso ye pan >_< aigoo sso yg dingin krn sakit hati sm ayahny jd berubh kembali mnjd gadis yg ceria berkat hae ^^
    nyesek tau g sich pas hae ngungkapin perasaan ny k sso n ngijinin sso bwt nyentuh dy yg berakhr dgn ciuman -,- dan stlh it hae menghilang -,- fiuh~ sbnerny pngen nyalahin sso yg egois pngen nyentuh hae tp klo dpkir2 g slh jg sso ny😦 yg namany cinta pasti pngen memiliki cinta pasanganny scr utuh😦 lgian mw d paksa kyk ap jg mreka g bs brsatu😥 n akhrny sad ending 😥 n aq paling suka endingny🙂 hae berubh jd kunang2 *lngsung byangin it scane pas naruto liat hinata yg lg ngerajut syal dtengah kunang2 :O #cory salfok🙂 n it romantis tp nyesek😦

    oalah saeng nie bth sequel😥 dtengin kyupil (?) bwt ngehbur sso😛
    *dtendang je-kyuen ㅋ ㅋ ㅋ tp keren lah ^^ n smg skripsinye cpt kelar trus sgr publish epep laenny ^^ faithing ^^

  5. safriyanti 28 Juni 2015 pada 6:51 PM #

    Hwaaaaaa
    Ksian ma haesso,,,
    Sso mskipun tdk brsma tp dh mmliki hati haeppa,,,
    Ksian haeppa hrua psah ma sso,,,
    Mgkin mank gk jdoh,,,

  6. YhuliSoeun 28 Juni 2015 pada 8:02 PM #

    Ahhh Sad T,T … Padahal tadi.y brharap ada keajaiban donghae bisa brubah jadi manusia,krna sbelum.y kan dia manusia juga… Ahh donghae knapa pke bohong sgala lgi :3 akhir.y sso prcaya kalau dia itu manusia,.. Nyesekkk😦 T,T ..

  7. Azizah 28 Juni 2015 pada 8:08 PM #

    Ceritanya seru banget.. dibgn akhir cerita mengharukan..
    tp knp hae oppa hrs pergi..

  8. yuliaseptiani 28 Juni 2015 pada 9:28 PM #

    Bikin nyesek cerita ny 😢 pertemuan yang sangat manis tapi berpisah dgn cara yg bikin nyesek 😭 donghae yang mungkin ingin mengungkpkn perasaan ny n menanggung resiko ny ,, kasian haesso 😭

  9. ayu 29 Juni 2015 pada 3:48 AM #

    yaaaaa eonni endingnya sad.. haesso ga bersatu…

  10. gustianapangesti 29 Juni 2015 pada 12:39 PM #

    endingnya bikin aku netesin air mata😥

  11. Rani Annisa 29 Juni 2015 pada 2:40 PM #

    wah sad ending…
    Kirain donghae bakalan bersatu dengan so eun,, tapi dia rela disentuh sama so eun dan akhirnya dia hilang…

    Wah walaupun sad ending tapi keren banget🙂

    Ditunggu ff yang lainnya lagi😉

  12. AngelsShe~ 1 Juli 2015 pada 4:16 PM #

    akhirx muncul lagi kepermukaan he.. he.. >_<
    Seperti biasa epepx bagus bnget🙂 aq bc sambil mewek ngak tega ngeliat haeSso harus berpisah😦 buat sequel nih epep ^_^ but haeSso bersatu chingu😉 pokokx nih epep berhasil buat aq galau -_- ditunggu epep lainx eunni😀

  13. miani caledupha 3 Juli 2015 pada 10:33 PM #

    Oigo sad end
    Hae oppa bkan manusia itu sebabnya mereka (haesso) tdak bsa bersma
    Setelah lenyap donghae menjelma menjdi kunang2
    Ia menghibur so eun
    mulai malam ini hingga mlam2 seterusnya so eun akan mulai ditemani kunang2 Berharap yojanya akan terhbur dan melupakan kesedihannya

  14. Benzema tuth 5 Juli 2015 pada 2:15 PM #

    W0w….. Siluman tampan lee d0nghae keyen keyen tak tunggu ff mu yg lain thor

  15. Fee 17 Juli 2015 pada 3:33 PM #

    Keren kok ff mu.
    Kalo emang blm bs nglanjutin ff mu bkin is aja dlu. Hihihu
    Sbg obat kangen buat para readers.mu

  16. Anna 22 Juli 2015 pada 6:22 PM #

    Nyesek bnr kshn haesso mrk tdk bnr2 bs brsatu,,tp prtemuan trkhr mrk bnr2 mnjd memory trindh bt mrk,,

  17. abiza 8 Agustus 2015 pada 2:03 PM #

    Haduhhhhh…kayaknya prlu tbc deh..dgn perwujudan donghae sbg manusia biasa psti tmbh seru.

  18. hesti 9 Agustus 2015 pada 5:52 AM #

    Keren

  19. mitarashi8899 27 Desember 2015 pada 3:09 PM #

    Hueeee… Mewekkkk… Kenapa sad begini sih end nya ;(

  20. SADEGH 10 Juni 2016 pada 6:50 PM #

    I Like Kim So Eun Only.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: